BERSEDEKAH
PADA SI MISKIN
Khutbah Pertama:
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ
نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ
أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ
وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ .
وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا
اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ.
{ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا
اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ
مُسْلِمُونَ}
أَمَّا بَعْدُ:
فَإِنَّ خَيْرَ الكَلَامِ كَلَامُ
اللهِ، وَخَيْرَ الهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
وَشَرَّ الأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ .
Ibadallah,
Sesungguhnya memberi makan kepada
orang-orang miskin merupakan salah satu perintah Allah ﷻ. Allah ﷻ memuji orang-orang
yang berbuat demikian. Dia ﷻ berfirman,
وَيُطعِمُونَ ٱلطَّعَامَ عَلَىٰ
حُبِّهِۦ مِسكِينا وَيَتِيما وَأَسِيرًا
“Dan mereka memberikan makanan
yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan. Dan
mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan
orang yang ditawan.” (QS:Al-Insaan | Ayat: 8).
Namun demikian, tidak semua orang
mampu untuk mengamalkan ketaatan ini. Dengan hikmah kebijaksanaan-Nya, Allah
menujukan perintah ini kepada orang-orang yang memiliki kemampuan materi. Dan
hanya mereka yang mendapatkan taufiklah yang mampu melakukannya. Allah
memotivasi mereka yang memiliki harta untuk berderma dan memberi makan
orang-orang miskin.
Dialah yang memberi rezeki kepada
orang-orang yang memiliki kemampuan. Harta yang mereka miliki berasal dari
Allah ﷻ. Kemudian Allah uji
mereka agar memberi kepada sesama. Bagi mereka yang memberi, maka Allah jadikan
amalan tersebut salah satu sebab masuk ke dalam surga. Subhanallah! Harta dari
Allah, bukan miliki manusia, namun ketika manusia memberikan harta Allah itu
kepada orang-orang miskin, maka Allah ﷻ masukkan mereka ke dalam surga.
Adapun orang-orang yang menyimpan
sepenuhnya harta-harta Allah tersebut, maka Allah ﷻ jadikan harta
tersebut salah satu penyebab mereka masuk ke dalam neraka. Allah ﷻ berfirman,
خُذُوهُ فَغُلُّوهُ . ثُمَّ
ٱلجَحِيمَ صَلُّوهُ . ثُمَّ فِي سِلسِلَة ذَرعُهَا سَبعُونَ ذِرَاعا فاسلُكُوهُ .
إِنَّهُۥ كَانَ لَا يُؤمِنُ باللَّهِ ٱلعَظِيمِ . وَلَا يَحُضُّ عَلَىٰ طَعَامِ
ٱلمِسكِينِ . فَلَيسَ لَهُ ٱليَومَ هَٰهُنَا حَمِيم
(Allah berfirman): “Peganglah dia
lalu belenggulah tangannya ke lehernya. Kemudian masukkanlah dia ke dalam api
neraka yang menyala-nyala. Kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya
tujuh puluh hasta. Sesungguhnya dia dahulu tidak beriman kepada Allah Yang Maha
Besar. Dan juga dia tidak mendorong (orang lain) untuk memberi makan orang
miskin. Maka tiada seorang temanpun baginya pada hari ini di sini.”
(QS:Al-Haaqqah | Ayat: 30-35).
Dan firman-Nya juga,
أَرَءَيتَ ٱلَّذِي يُكَذِّبُ
بالدِّينِ . فَذَٰلِكَ ٱلَّذِي يَدُعُّ ٱليَتِيمَ . وَلَا يَحُضُّ عَلَىٰ طَعَامِ
ٱلمِسكِينِ
“Tahukah kamu (orang) yang
mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak
menganjurkan memberi makan orang miskin.” (QS:Al-Maa’uun | Ayat: 1-3).
Allah ﷻ menjelaskan bahwa
tidak mendermakan harta kepada orang-orang miskin adalah sifat dan kebiasaan
orang-orang kafir. Sebagaimana firman-Nya,
كَلَّا بَل لَّا تُكرِمُونَ
ٱليَتِيمَ. وَلَا تَحَٰٓضُّونَ عَلَىٰ طَعَامِ ٱلمِسكِينِ
“Sekali-kali tidak (demikian),
sebenarnya kamu tidak memuliakan anak yatim, dan kamu tidak saling mengajak
memberi makan orang miskin.” (QS:Al-Fajr | Ayat: 17-18).
Sahabat Nabi ﷺ, yakni Abu Darda
radhiallahu ‘anhu biasa memerintahkan istrinya untuk memperbanyak kuah makanan
yang ia masak. Apa tujuannya? Tujuannya adalah agar kuah tersebut bisa
dibagikan kepada orang-orang miskin.
Ibadallah,
Sungguh ada sebagian orang yang
hanya berdiam diri tatkala mendengar dan mengetahui jalan-jalan kebaikan.
Mereka tidak memberi makan orang-orang yang membutuhkan. Bahkan tidak terbetik
di hati mereka untuk melakukannya. Lebih parah lagi mereka mengejek orang yang
melakukannya atau malah mereka termasuk orang yang melarang melakukan perbuatan
tersebut. Na’udzbillah min dzalik..
Orang-orang demikian terlihat
jengkel dengan keberadaan orang-orang miskin. Tentu hal ini karena kebodohan
mereka akan pahala di sisi Allah dan hikmah dari memberi makan kepada
orang-orang miskin. Dalam hadits riwayat al-Bukhari dan Muslim, Nabi ﷺ bersabda,
لَيْسَ الْمِسْكِيْنُ بِهَذَا
الطَّوَّافِ الَّذِي يَطُوْفُ عَلَى النَّاسِ، فَتَرُدُّهُ اللُّقْمَةُ
وَاللُّقْمَتَانِ وَالتَّمْرَةُ وَالتَّمْرَتَانِ. قَالُوْا : فَمَا الْمِسْكِيْنُ
يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: الَّذِيْ لاَ يَجِدُ غِنًى يُغْنِيْهِ وَلاَ يُفْطَنُ
لَهُ فَيُتَصَدَّقَ عَلَيْهِ، وَلاَ يَسْأَلُ النَّاسَ شَيْئًا.
“Orang miskin itu bukanlah mereka
yang berkeliling meminta-minta kepada orang lain agar diberikan sesuap dan dua
suap makanan dan satu-dua butir kurma.” Para sahabat bertanya: “Ya Rasulullah, (kalau
begitu) siapa yang dimaksud orang miskin itu?” Beliau menjawab,”Mereka ialah
orang yang hidupnya tidak berkecukupan, dan dia tidak mempunyai kepandaian
untuk itu, lalu dia diberi shadaqah (zakat), dan mereka tidak mau meminta-minta
sesuatu pun kepada orang lain.”
Karena itu ibadallah,
Bersemangatlah untuk memberi
makan orang-orang miskin. Tidak harus mereka yang meminta-minta di jalan,
karena sebagian mereka terbukti melakukan penipuan. Dan pemerintah kita telah
menetapkan pelarangan untuk memberi kepada gelandangan dan pengemis jalanan.
Lihatlah tetangga sekitar. Lihatlah mereka. Adakah di antara mereka yang
membutuhkan bantuan. Bisa langsung kita berikan dalam bentuk kebutuhan pokok.
Atau bisa pula kita berikan uang untuk keperluan mereka.
Berilah mereka dari harta yang
Allah ﷻ telah berikan kepada
kita. Dari harta-harta Allah yang ada pada kita ada bagian mereka. Anda bisa
merutinkannya dengan setiap bulan mentransfer uang kepada lembaga-lembaga
sosial yang Anda percaya. Atau setiap bulan Anda sisihkan sebagian penghasilan,
lalu diserahkan secara langsung.
Ibadallah,
Janganlah Anda termasuk
orang-orang yang mencela keberadaan orang miskin. Jangan mencela mereka. nabi ﷺ pernah bersabda,
أَبْغُونِي ضُعَفَاءَكُمْ،
فَإِنَّكُمْ إِنَّمَا تُرْزَقُونَ وَتُنْصَرُونَ بِضُعَفَائِكُم
“Senangkanlah aku dengan
bersegera membantu orang-orang yang lemah kalian, hanyalah kalian diberikan
rezeki dan ditolong karena orang-orang lemah kalian.” (HR. Ahmad, Abu Daud dan
At-Tirmidzi).
Bisa jadi dengan pemberian Anda,
keluarlah doa-doa terbaik dari lisan-lisan mereka untuk Anda. Doa yang selama
ini tertahan di pintu langit karena kesalahan yang ada pada Anda. Namun pintu
tersebut terbuka melalui lisan si miskin.
أَقُوْلُ مَا تَسْمَعُوْنَ
وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ
الرَحِيْمُ .
Khutbah Kedua:
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدَ
الشَّاكِرِيْنَ، وَأُثْنِي عَلَيْهِ ثَنَاءَ الذَّاكِرِيْنَ، لَا أُحْصِي ثَنَاءً
عَلَيْهِ هُوَ كَمَا أَثْنَى عَلَى نَفْسِهِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا
اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ؛ صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ
أَجْمَعِيْنَ.
أَمَّا بَعْدُ:
أَيُّهَا المُؤْمِنُوْنَ عِبَادَ
اللهِ: اِتَّقُوْا اللهَ تَعَالَى،
Ibadallah,
Ingatlah, keutamaan memberi makan
orang-orang miskin sangatlah besar. Imam al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan
bahwasanya Rasulullah ﷺ bersabda,
السَّاعِى عَلَى اْلأَرْمَلَةِ
وَالْمِسْكِيْنِ كَالْمُجَاهِدِ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ –وَأَحْسِبُهُ قَالَ-:
وَكَالْقَائِمِ لاَ يَفْتُرُ وَكَالصَّائِمِ لاَ يُفْطِرُ.
“Orang yang membiayai kehidupan
para janda dan orang-orang miskin bagaikan orang yang berjihad fii
sabiilillaah.” –Saya (perawi) kira beliau bersabda-, “Dan bagaikan orang yang
shalat tanpa merasa bosan serta bagaikan orang yang berpuasa terus-menerus.”
وَصَلُّوْا وَسَلِّمُوْا
-رَعَاكُمُ اللهُ- عَلَى مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ اللهِ كَمَا أَمَرَكُمُ اللهُ
بِذَلِكَ فِي كِتَابِهِ فَقَالَ: ﴿ إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ
عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا
تَسْلِيمًا ﴾ [الأحزاب:٥٦] ، وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: (( مَنْ
صَلَّى عَلَيَّ صَلاةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا)) .
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ
حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ اَلْأَئِمَّةِ
المَهْدِيِيْنَ؛ أَبِيْ بَكْرٍ الصِدِّيْقِ، وَعُمَرَ الفَارُوْقِ، وَعُثْمَانَ
ذِيْ النُوْرَيْنِ، وَأَبِيْ الحَسَنَيْنِ عَلِي، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ
الصَّحَابَةِ أَجْمَعِيْنَ، وَعَنِ التَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ
إِلَى يَوْمِ الدِّيْنَ، وَعَنَّا مَعَهُمْ بِمَنِّكَ وَكَرَمِكَ وَإِحْسَانِكَ
يَا أَكْرَمَ الأَكْرَمِيْنَ .
اَللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلَامَ
وَالمُسْلِمِيْنَ، اَللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلَامَ وَالمُسْلِمِيْنَ، اَللَّهُمَّ
أَعِزَّ الإِسْلَامَ وَالمُسْلِمُيْنَ، اَللَّهُمَّ آمِنَّا فِي أَوْطَانِنَا،
وَأَصْلِحْ أَئِمَّتَنَا وَوُلَاةَ أُمُوْرِنَا، وَاجْعَلْ وِلَايَتَنَا فِيْمَنْ
خَافَكَ وَاتَّقَاكَ وَاتَّبَعَ رِضَاكَ يَا رَبَّ العَالَمِيْنَ .
اَللَّهُمَّ آتِ نُفُوْسَنَا
تَقْوَاهَا، وَزَكِّهَا أَنْتَ خَيْرَ مَنْ زَكَّاهَا، أَنْتَ وَلِيُّهَا
وَمَوْلَاهَا، اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ حُبَّكَ وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ
وَالعَمَلَ الَّذِيْ يُقَرِبُ إِلَى حُبِّكَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالإِكْرَامِ،
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا
عَذَابَ النَّارِ .
عِبَادَ اللهِ اُذْكُرُوْا اللهَ
يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، { وَلَذِكْرُ اللَّهِ
أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ } .
Sumber : USTAD. SANUSI
Alamat : Masjid
Nurul Huda
Kamis, 17 September 2015, Metro Utara
Tidak ada komentar:
Posting Komentar